Teori belajar kognitif

A. PENDAHULUAN 

Secara bahasa kognitif berasal dari bahasa latin ”Cogitare” artinya berfikir. Dalam Kamus BesarBahasa Indonesia, kognitif berarti segala sesuatu yang berhubungan atau melibatkan kognisi, atau berdasarkan pengetahuan faktual yang empiris. Dalam pekembangan selanjutnya, istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi, Dalam psikologi, kognitif mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental manusia yang berhubungan dengan masalah pengertian, pemahaman, perhatian, menyangka,mempertimbangkan, pengolahan informasi,pemecahan masalah, kesengajaan, membayangkan,memperkirakan, berpikir, keyakinan dan sebaganya.

 

Teori kognitf pada awalnya dikemukakan oleh Dewwy, dilanjutkan oleh Jean Piaget, Kohlberg,Damon, Mosher, Perry dan lain-lain, yang membicarakan tentang perkembangan kognitif dalamkaitannya dengan belajar. Kemudian dilanjutkan oleh Jerome Bruner, David Asubel, Chr. Von EhrenfelsKoffka, Wertheimer dan sebagainya.

 

Menurut paham kognitif, tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward (ganjaran) dan reinforcement (penguatan). Tingkahlaku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan untuk mengenal atau memikirkan situasi di mana tingkahlaku itu terjadi. Dalam situasi belajar, seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh pemahaman atau insight untuk pemecahan masalah. Paham kognitifis berpandangan bahwa, tingkahlaku seseorang sangat tergantung pada pemahaman atau insight terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam suatu situasi.

 

 

B. RUMUSAN MASALAH 

a. Pengertian Teori Belajar Kognitif

b. Tahap-tahap Perkembangan Kognitif MenurutJean Piaget c. Implikasi Teori Kognitif Piagetdalam Pembelajaran

 

C. TUJUAN 

a. Untuk mengetahui Pengertian Teori BelajarKognitif

b. Untuk mengetahui Tahap-tahap PerkembanganKognitif Menurut Jean Piaget

c. Untuk mengetahui Implikasi Teori KognitifPiaget dalam Pembelajaran

 

D. PEMBAHASAN 

A. Pengertian Teori Belajar Kognitif

Jean Piaget mengemukakan bahwa proses belajar akan terjadi apabila ada aktivitas individuberinteraksi dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisiknya. Pertumbuhan dan perkembangan individu merupakan suatu proses sosial. Individu tidak berinteraksi dengan lingkungan fisiknya sebagai suatu individu terikat, tetapi sebagai bagian dari kelompok sosial. Akibatnya lingkungan sosialnya berada di antara individu dengan lingkungan fisiknya. Interaksi Individu dengan orang lain.

Teori Kognitif adalah suatu proses yangmelibatkan usaha aktifitas mental yang terjadi didalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan , nilai dan sikap yang bersifat relatif, dan berkelas.maka dengan demikian, telah proses pembelajaran danterjadi perubahan dan pemahaman .

 

B. Tahap tahap perkembangan kognitifmenurut Jean Piaget

a. Tahap sensorimotor ( usia 0_2 tahun

Individu memahami suatu atau tentang mengoordinasikan pengalaman pengalaman sensoris, ( seperti melihat danmendengar)dan tindakan tindakan motorikfisik.

b. tahap pra-opresional ( usia 2- 7 tahun).

Individu mulai melikusikan duniamelalui tingkah laku dan kata- kata. Tetapibelum mampu untuk melakukan operasi, yaitu melakukan tindakan mental yang diinternalisasikan atau melakukan tindakanmental terhadap apa yang dia lakukansebelumnya secara fisik.

c. Tahap operasional konkret ( usia 7_ 11)

Individu mulai berpikir secara logistentang kejadian kejadian yang bersifatkonkret. Individu sudah dapat membedakanbenda yang sama dalam kondisi yangberbeda titik.

d. Tahap operasional format

( 11 tahun ke atas) sementara salvin menjelaskan bahwa pada operasional formatterjadi pada usia sebelas samapai dewasaawal.

C. Implikasi teori kognitif Piaget dalampembelajaran 

a. Bahan yang di pelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing

b. Berikan peluang agar anak belajar sesuaitahap perkembangannya. 

c. Di dalam kelas, anak anak di hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dandiskusi dengan teman teman Anak-anakakan belajar lebih baik apabila dapatmenghadapi lingkungan dengan baik.

Individu dapat mengembangkan pengetahuan sendiri yang menjadi titik pusat dari teori belajarkognitif Piaget iyalah individu mampu mengalami kemajuan tingkat perkembangan kognitif atau pengetahuan ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam berinteraksi dengan lingkungan individu mampu beradap tasi mengorganisasikan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan dalam struktur kognitif nya, pengetahuan, wawasan danpemahamannya semakin berkembang.

Individu wali sasi dalam proses pembelajaran, perlakuan terhadap individu harus di dasarkanperkembangan kognitif atau dengan kata lain, dalam pembelajaran harus di sesuaikan dengantingkat perkembangan individu.

 

E. KESIMPULAN  

Teori kognitif adalah suatu proses atau usahayang melibatkan aktivitas mental yang terjadidalam diri manusia sebagai akibat dari prosesinteraksi aktif dengan lingkungannya untukmemperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku,keterampilan, nilai dan sikap yang bersifat relatifdan berbekas.

Tahap Perkembangan Kognitif Menurut JeanPiaget adalah Tahap sensorimotor (usia 0-2 tahun),  Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun),Tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun),Tahap operasional formal (11 tahun ke atas).

Implikasi Teori Kognitif Piaget dalam Pembelajaran ialah individu mampu mengalami kemajuan tingkat perkembangan kognitif ataupengetahuan ke tingkat yang lebih tinggi. Dalamproses pembelajaran harus disesuaikan dengantingkat perkembangan individu.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

                          H.B. Suparlan. 2008. Pengembangan model

            Pembelajaran IPS Terpadu dengan metode pemecahan masalah

                       Sutarto . M.pd. Teori  Kognitif dan Implikasinya

                                   Dalam pembelajaran. VOL 1 NO. 02.7

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai